Take home SIM Pak AIS: Outsourcing

Outsourcing (Alih Daya) diartikan sebagai pemindahan atau pendelegasian beberapa proses bisnis kepada suatu badan penyedia jasa, dimana badan penyedia jasa tersebut melakukan proses administrasi dan manajemen berdasarkan definisi serta kreteria yang telah disepakati oleh para pihak. IT Outsourcing merupakan kerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan IT operations (hardware, software/aplikasi, dacen, network, perawatan infrastruktur teknologi) dengan cara in house, off site atau off shore, secara sebagian atau keseluruhan. Outsourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya. Outsourcing TI atau pengadaan sarana dan jasa TI oleh pihak ketiga merupakan kebijakan strategis perusahaan yang berpengaruh terhadap proses bisnis dan bentuk dukungan TI yang akan diperoleh.

Outsourcing SIM dessy

Posted in Uncategorized | Comments Off on Take home SIM Pak AIS: Outsourcing

Take Home SIM: Penerapan E-Busines Pada Cipaganti Travel

Salah satu program yang banyak digunakan oleh perusahaan dalam memperkenalkan dan memasarkan produk secara mendunia adalah melalui internet dengan sistem perdagangan elektronik melalui internet. Perusahaan akan dikenal lebih luas dan membuka peluang keuntungan menjadi lebih besar. Sistem ini juga dipakai oleh Cipaganti Group khususnya Cipaganti Travel. Sebagai perusahaan travel terkenal, Cipaganti Travel menggunakan e-business guna menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama serta lebih memperkenalkan diri pada dunia.

UTT sim

Posted in Uncategorized | Comments Off on Take Home SIM: Penerapan E-Busines Pada Cipaganti Travel

Take Home SIM: Penerapan E-Business pada Cipaganti Travel

Salah satu program yang banyak digunakan oleh perusahaan dalam memperkenalkan dan memasarkan produk secara mendunia adalah melalui internet dengan sistem perdagangan elektronik melalui internet. Perusahaan akan dikenal lebih luas dan membuka peluang keuntungan menjadi lebih besar. Sistem ini juga dipakai oleh Cipaganti Group khususnya Cipaganti Travel. Sebagai perusahaan travel terkenal, Cipaganti Travel menggunakan e-business guna menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama serta lebih memperkenalkan diri pada dunia.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Take Home SIM: Penerapan E-Business pada Cipaganti Travel

Keluarga adalah istana

terpisahkan oleh laut, selat,jarak…membuat aku rindu akan keluargaku…

hanya foto, telp, sms dan kenangan yang mendekatkan kami…

kangeeennnn….

Posted in Uncategorized | Comments Off on Keluarga adalah istana

Manfaat Pernikahan

Aku ingin menikah…karena kata nya menikah itu banyak manfaatnya, diantaranya:

  1. Tetap terjaganya keturunan manusia, memperbanyak jumlah kaum muslimin dan menggetarkan orang kafir dengan adanya generasi yang berjuang dijalan Allah dan membela agamanya.
  2. Menjaga kehormatan dan kemaluan dari berbuat zina yang diharamkan yang merusak masyarakat
  3. Terlaksananya kepemimpinan suami atas istri dalam memberikan nafkah dan penjagaan kepadanya.  Allah berfirman:
    “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)” (4: 34)
  4. Mendapatkan ketenangan dan kelembutan hati bagi suami dan istri serta ketenteraman jiwa
    mereka. “Dan  di  antara  tanda-t anda  kekuasaan-Nya  ialah Dia mencipt akan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,  supaya  kamu  cenderung  dan  merasa tenteram  kepadanya,  dan  dijadikan-Nya diantaramu  rasa  kasih  dan  sayang.  Sesungguhnya pada  yang  demikian  itu  benar-benar  terdapat  tanda-tanda  bagi  kaum  yang  berfikir”  (QS.  Ar-Ruum:21).
  5. Menjaga  masyarakat  dari  akhlak  yang  keji  (zina, pent)  yang  menghancurkan  moral  serta menghilangkan kehormatan.
  6. Terjaganya  nasab  dan  ikatan  kekerabatan  antara yang satu dengan yang lainnya sert a terbentuknya keluarga  yang  mulia  yang  penuh  kasih  sayang, ikatan  yang  kuat  dan  tolong-menolong  dalam kebenaran.
  7. Mengangkat  derajat  manusia  dari  kehidupan  ala binatang menjadi kehidupan insan yang mulia.
  8. Dan  masih  banyak  manfaat  besar  lainnya  dengan  adanya pernikahan yang syar’i, mulia dan bersih yang  tegak berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah.  Menikah  adalah  ikatan  syar’i  yang  menghalalkan hubungan  antara  laki-laki  dan  perempuan.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Manfaat Pernikahan

Ekuitas Merek

Pada buku Mr. Ujang Sumarwan dkk yang berjudul Pemasaran Strategik: Strategi Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham Bab 10 tentang Ekuitas Merek: Mengukur Kinerja Pemasaran Berdasarkan Persepsi dan Sikap Konsumen dijelaskan bahwa salah satu evaluasi kinerja bauran pemasaran dilakukan dengan pendekatan konsumen. Evaluasi berdasarkan perspektif konsumen adalah bagaimana sikap dan persepsi konsumen terhadap produk dan merek. Persepsi akan merek atau yang dikenal dengan ekuitas merek terdiri dari 5 (lima) dimensi yaitu Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, Brand Loyalty, serta dimensi lainnya seperti Brand Assets-Patenst, Trademarks, dan Channel Relationship.

Brand Awareness(kesadaran merek) menunjuk pada kekuatan kehadiran merek di otak konsumen, dimana konsep nya terdiri dari pengenalan merek dan ingatan merek. Brand Association (asosiasi merek) adalah persepsi konsumen mengenai beragam atribut atau citra atau kesan yang dimiliki oleh atau terkait dengan suatu merek tertentu. Brand-Perceived Quality (persepsi kualitas merek) adalah persepsi konsumen terhadap kualitas suatu merek barang dan jasa.  Konsumen akan memiliki persepsi bagus terhadap merek jika merek tersebut dinilai dapat memenuhi harapan konsumen.  Brand Loyalty (loyalitas merek) menggambarkan kesetiaan dan kedekatan seorang konsumen kepada sebuah merek.

selanjutnya bisa lihat http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/

Posted in Uncategorized | Comments Off on Ekuitas Merek

Sharing Knowledge Pada PT. Reasuransi Nasional Indonesia

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan dewasa ini menunjukan pada makin cepatnya perubahan dalam segala bidang kehidupan, akibat dari efek globalisasi serta perkembangan teknologi informasi yang sangat akseleratif, tak terkecuali pada PT. Reasuransi Nasional Indonesia. Kondisi ini jelas telah mengakibatkan perlunya cara-cara baru dalam menyikapi semua yang terjadi agar perusahaan dapat tetap survive. Penekanan akan makin pentingnya kualitas SDM merupakan salah satu respon dalam menyikapi perubahan tersebut, dan ini tentu saja memerlukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan SDM.

Sehubungan dengan itu peran Ilmu pengetahuan menjadi makin menonjol, karena hanya dengan pengetahuanlah semua perubahan yang terjadi dapat disikapi dengan tepat. Ketatnya kompetisi secara global khususnya dalam bidang ekonomi telah menjadikan PT. Reasuransi Nasional Indonesia memikirkan kembali strategi pengelolaan usahanya, dan SDM yang berkualitas dengan penguasaan pengetahuannya menjadi pilihan penting yang harus dilakukan dalam konteks tersebut.

Manajemen Pengetahuan (Knowledge Manajemen) merupakan suatu cara untuk meningkatkan Pengetahuan (knowledge) yang berguna bagi organisasi karena tidak hanya merupakan pengaturan akan knowledge, namun lebih pada manajemen/ pengelolaan suatu organisasi dengan fokus khusus terhadap knowledge. Pengelolaan knowldge (knowledge manajemen) dapat pada akhirnya menjadi dukungan yang handal bagi organisasi untuk meningkatkan daya saing.

Suatu pengetahuan tersebut dapat disebarkan dari individu kepada individu lainnya. Proses inilah yang dinamakan dengan berbagi pengetahuan (Knowledge sharing). Proses ini merupakan critical step dalam praktek manajemen pengetahuan, bagaimana dituntut untuk melakukan proses berbagi secara cepat dan efektif diantara kelompok.

Sharing pengetahuan (Sharing Knowledge) merupakan salah satu cara pengelolaan pengetahuan untuk berbagi pengetahuan tacit kepada orang lain. Dalam pengelolaan pengetahuan terdapat 2 (dua)  faktor yang mempengaruhi perusahaan dalam membangi pengetahuan dengan menggunakan server internet melalui web. Yaitu faktor Individu dan faktor Organisasi. Kedua faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan sharing knowledge dalam PT. Reasuransi Nasional Indonesia.

1.2 Tujuan Penulisan

Makalah ini merupakan salah satu tugas individu pada Mata Kuliah Teori Organisasi dan Manajemen Pengetahuan pada Sekolah Pasca Sarjana Program Studi Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor Triwulana I (satu) Kelas Reguler Angkatan 45 Tahun 2011.

1.3 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam makalah ini adalah mengetahui jenis sharing knowledge yang digunakan pada PT. Reasuransi Nasional Indonesia serta faktor- faktor yang mempengaruhi knowledge managemen.

II. ORGANISASI DAN KNOWLEDGE MANAJEMEN

2.1  Organisasi

Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan (Robbins, 1994).

Organisasi merupakan elemen yang amat diperlukan di dalam kehidupan manusia. Organisasi membantu kita dalam melaksanakan hal – hal atau kegiatan – kegiatan yang tidak dapat kita laksanakan dengan baik sebagai individu; dan di samping itu organisasi membantu masyarakat dalam kelangsungan pengetahuan dan ilmu pengetahuan, serta merupakan sumber penting bagi karier di dalam masyarakat (Winardi, 2003).

Menurut Mariana, Organisasi harus membawa semua pihak yang ada dalam organisasi untuk memiliki pengetahuan tacit yang baik. Organisasi dapat melakukan berbagai cara untuk menyadarkan orang-orang mengenai etika, nilai, dan keyakinan yang akan membentuk Organizational Behavioralship. Organisasi tidak mempunyai hak untuk menyeragamkan pengalaman masing-masing individu. Biarkan kreativitas individual untuk membangun pengetahuan berkembang diwadahi oleh sense of team. Dengan dukungan organisasi, pengalaman yang dimiliki individual akan membentuk nilai-nilai kemanusiaan. Individual mulai berpikir kreatif mengenai hal positif apa yang dapat dikontribusikan pada organisasi. Organisasi dapat mengarahkan hal ini dengan menetapkan kode etik, tetapi tetap memberi kesempatan pada individual untuk menggerakkan roda gigi kehidupannya masing-masing.

2.2  Pengetahuan (Knowledge)

Turban (2002) menyatakan bahwa pengetahuan adalah sesuatu yanng berbeda dengan data dan informasi. Data adalah sekumpulan fakta, pengukuran dan statistika. Sementara informasi adalah data yang telah diorganisasikan atau diproses dallam waktu tertentu dan akurat. Pengetahuan adalah informasi yang sudah dibentuk secara kontekstual (contextual), relevan (relevant) dan dapat ditindak lanjuti (actionable).

Gambar 1. Data, Informasi dan Pengetahuan

Dari sudut pandangnya pengetahuan terbagi dua yaitu Pengetahuan Tacit dan Pengetahuan Eksplisit. Menurut Pendit (2008), Pengetahuan Tacit  (Tacit Knowledge) adalah pengetahuan yang bersifat tak terlihat, tak bisa diraba kecuali disampaikan (eksplisit). Jenis pengetahuan Tacit:

1.         Tacit yang ada di dalam masing-masing orang, pribadi-pribadi, bersifat unik, tidak tertulis, tapi diketahui.

2.         Tacit yang ada di dalam sekelompok orang. Yaitu pengetahuan yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang namun sifatnya masih tidak terlihat dan ada di dalam pikiran kelompok itu. Contoh yang kerap digunakan adalah orang bermain bola, mereka saling mengoper secara refleks tanpa komunikasi yang bisa dilihat bentuknya. Ini terjadi karena diantara mereka ada pengetahuan yang sifatnya tidak tertulis. Masyarakat sebetulnya banyak yang memiliki pengetahuan tacit semacam ini, yang disebut pengetahuan yang tertanam di dalam hubungan antar manusia. Dan pengetahuan semacam ini biasanya disebut trust atau kepercayaan. Saling percaya dan solider menjadi bagian dari pengetahuan. Paradigma lama berpikir bahwa pengetahuan tidak ada hubungannya dengan solidaritas dan norma-norma. Tapi sekarang makin terbukti bahwa hubungan itu ada.

Pengetahuan Eksplisit (Explicit Knowledge) Kalau pengetahuan yang sifatnya tacit ini kemudian dikeluarkan, ditulis atau direkam, maka sifatnya lantas menjadi eksplisit.

Bentuk pengetahuan eksplisit ini berupa:

  1. Bentuk eksplisit yang dimiliki secara pribadi. Biasanya dalam bentuk catatan, buku harian, alamat teman, fotokopi dan segala bentuk eksplisit yang disimpan perorangan secara pribadi.
  2. Bentuk eksplisit yang dipakai bersama-sama oleh sekelompok orang dalam bentuk tulisan tangan sampai internet. Dengan kata lain pengetahuan eksplisit yang di-share atau dibagikan agar dapat dikses oleh banyak pihak.

 

 

Gambar 2. Pengetahuan Tacit dan Pengetahuan Eksplisit

 

2.3  Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management)

Menurut Antariksa (2008), Knowledge Management atau sering disingkat KM sendiri sejatinya dapat diartikan sebagai sebuah tindakan sistematis untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mendistribusikan segenap jejak pengetahuan yang relevan kepada setiap anggota organisasi tersebut, dengan tujuan meningkatkan daya saing organisasi.

Pada dasarnya KM adalah kegiatan yang mengkaitkan antara belajar, perubahan dan inovasi. Secara tehnis KM muncul karena dorongan teknologi yang memungkinkan orang merekam dalam bentuk teks, tulisan, gambar dan sebagainya. Tapi akarnya tidak hanya tehnologi, KM muncul karena orang mau mengaitkan antara inovasi dikelompok manusia, baik yang komersial dan non komersial dengan pengetahuan.

Bagaimana menyimpan apa yang sudah kita ketahui merupakan konsep yang sudah lama ada, sejak manusia mulai bisa mendokumentasikan sesuatu. Tetapi KM saat ini merupakan konsep gabungan dari teknologi, yang ingin merekam segala hal, ditambah keinginan untuk menggabungkan perubahan antara belajar, perubahan dan inovasi. Ketiga hal itu merupakan sesuatu ada disegala bidang baik komersial maupun sosial. KM dalam arti mengelola pengetahuan sudah ada sejak dulu. Tetapi sebagai proses yang mengkaitkan ketiga hal tersebut mulai muncul sejak tahun 1970-an setelah infrastruktur jaringan cukup baik untuk digunakan tukar menukar data. Pendit (2008).

Bersamaan dengan hal itu beberapa konsep knowledge management dapat, antara lain:

1. Knowledge management merupakan proses yang terus-menerus harus dilakukan sehingga proses tersebut akan menjadi satu budaya dari perusahaan tersebut, dan akhirnya perusahaan akan membentuk perusahaan yang berbasis kepada pengetahuan.

2. Knowledge management membantu organisasi untuk mengelola kemampuan tiap individu untuk sharing knowledge.

3. Organisasi harus mampu mengintegrasi, me-manage knowledge dan informasi terhadap lingkungan secara efektif.

 

Nonaka, et al (1995) menyatakan bahwa Sebagian besar organisasi yang menerapkan KMS, menggunakan pendekatan tiga-cabang untuk mengelola pengetahuannya, yaitu – Manusia (People), Proses (Process), dan Teknologi (Technology).

Gambar 3. Manajemen Pengetahuan

Menurut Suharsaputra, manajemen pengetahuan dapat didefinisikan sebagai berikut : “proses menterjemahkan pelajaran yang dipelajari, yang ada dalam diri/pikiran seseorang menjadi informasi yang dapat digunakan setiap orang”. Dalam konteks ini profesional SDM memandang manajemen pengetahuan sebagai menjamin pengetahuan yang diperoleh dan dikembangkan bersama dengan orang lain dalam organisasi. Dengan demikian, pengetahuan yang dimiliki organisasi secara penuh tersedia melalui penyediaan lingkungan yang tepat, budaya, struktur dan proses guna memotivasi dan mendorong sharing pengetahuan pada setiap tingkat dalam organisasi. Jadi thema utama dari manajemen pengetahuan adalah sebagai berikut :

o Pembelajaran

o Pengembangan/sharing

o Penempatan orang di tempat yang tepat dan waktu yang tepat

o Pembuatan keputusan yang efektif

o Kreativitas

o Membuat pekerjaan jadi lebih mudah

o Mendorong tumbuhnya bisnis baru dan nilai bisnis

Adapun tahapan perkembangan manajemen pengetahuan dalam organisasi adalah sebagai berikut :

o  Knowledge-chaotic (tak sadar konsep, tak ada proses informasi, dan tak ada sharing informasi)

o Knowledge-aware (sadar akan kebutuhan manajemen pengetahuan, adabeberapa proses manajemen pengetahuan, ada teknologi, ada isu tentang sharing informasi)

o Knowledge-enabled (memanfaatkan manajemen pengetahuan, mengadopsi standar, isu-isu berkaitan dengan budaya dan teknologi)

o Knowledge-managed (kerangka kerja yang terintegrasi, merealisasikan manfaat, isu-isu pada tahap sebelumnya teratasi).

o Knowledge-centric (manajemen pengetahuan merupakan bagian dari misi, nilai pengetahuan diakui dalam kapitalisasi pasar, manajemen pengetahuan terintegrasi dalam budaya)

III. PROFIL PT. REASURANSI NASIONAL INDONESIA

PT  Reasuransi  Nasional  Indonesia  atau  disingkat  NASIONAL RE  didirikan  pada  tanggal 22 Agustus 1994. Awal mulanya Perusahaan merupakan suatu Bagian, dan berkembang menjadi Divisi di PT Asuransi Kredit Indonesia (PT ASKRINDO) yaitu Divisi Reasuransi Kerugian yang bertindak sebagai Profesional Reinsurer. Sehingga pada kenyataannya usaha Reasuransi yang dijalankan oleh NASIONAL RE telah dimulai sejak tahun 1971, yaitu sejak PT ASKRINDO mendapat ijin menjalankan usaha Reasuransi Kerugian sebagai bisnis penunjang disamping Asuransi Kredit yang menjadi bisnis utamanya.

Didirikannya NASIONAL RE merupakan tindak lanjut atas dikeluarkannya Undang-Undang Perasuraransian No. 2 tahun 1992 yang diantaranya mengatur bahwa usaha asuransi tidak diperkenankan digabung dengan  usaha reasuransi profesional. Setelah itu,  sejak  tahun 1993  PT ASKRINDO mulai merintis usaha pemisahan bidang  usaha reasuransi ini menjadi perusahaan yang berdiri sendiri.

PT Reasuransi Nasional Indonesia resmi berdiri pada tanggal 22 Agustus 1994 sesuai Akte Notaris Sutjipto, SH No: 129 dan 130, dan ijin operasi dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No.27/KMK.17/1995  tanggal 9 Januari 1995. Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 2005 NASIONAL RE memulai usaha Reasuransi Syariah, hal ini dilakukan untuk menampung bisnis reasuransi dengan prinsip syariah, dimana sesuai ketentuan setiap perusahaan asuransi syariah harus menempatkan reasuransinya pada perusahaan reasuransi dengan prinsip syariah.

Sampai dengan saat ini perusahaan telah berkembang dengan cukup pesat, dan pada tahun 2006 telah menerima penghargaan sebagai perusahaan reasuransi terbaik versi majalah Investor, disusul pada tahun 2008 sebagai unit reasuransi Syariah terbaik versi majalah Investor.

Sebagai salah satu perusahaan reasuransi yang cukup terkemuka, Perusahaan telah memasarkan berbagai produk mulai dari Reasuransi Harta Benda, Kendaraan Bermotor, Rekayasa, Pengangkutan, Rangka Kapal,  Kredit, Surety Bond, Tanggung Gugat, Kecelakaan Diri, Aneka dan Reasuransi Jiwa, baik untuk Reasuransi Konvensional maupun Reasuransi Syariah.

Visi Perusahaan adalah Menjadi perusahaan reasuransi yang Tangguh (Strength), Terpercaya (Trust) dan Terus tumbuh (Growth). Sedangkan Misi Perusahaan adalah Berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas reasuransi nasional.

Maksud dan Tujuan kegiatan usaha perusahaan sebagaimana dinyatakan dalam akte pendiriannya, adalah sebagai berikut:

  • Turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan serta program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang reasuransi dalam arti seluas-luasnya.
  • Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, perseroan menyelenggarakan segala macam usaha reasuransi.
  • Perseroan dapat pula menjalankan usaha-usaha yang sama dengan bidang usaha perseroan tersebut pada butir a dan b di atas, secara bersama-sama dengan perusahaan-perusahaan atau badan-badan lain sepanjang usaha-usaha tersebut tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar

 

IV. SHARING KNOWLEDGE PADA  PT. REASURANSI INDONESIA

Pengetahuan merupakan aset organisasi yang tidak berwujud. Melalui pengetahuan akan mengenal kapabilitas organisasi, kondisi-kondisi eksternal dan perubahan-perubahan yang telah, sedang dan akan terjadi dapat diantisipasi. Menurut Wisnu (2005), ada lima faktor yang menjelaskan kenapa semakin banyak nilai tambah tercipta ketika tiap individu dalam organisasi saling bekerjasama, dalam kondisi yang terorganisir daripada bekerja individu. Kelima faktor tersebut antara lain :

1.         Meningkatkan spesialisasi dan devisa pegawai

2.         Manfaat teknologi

3.         Mengatur lingkungan luar

4.         Menghemat biaya

5.         Meningkatkan power dan kontrol

Menurut Pendit (2008), Inti proses dari kegiatan KM adalah S-E-C-I yaitu Socializing, Externalization, Connecting dan Internalitation. Semua ini berada dalam konteks orang belajar, berubah dan inovasi. Proses SECI dapat dilihat dalam bentuk-bentuk berbagi pengetahuan seperti diskusi, dialog, chatting atau milis (mailing list). Apa yang dibicarakan dan didiskusikan bukan untuk disimpan tapi untuk dipertukarkan. Orang lebih merasa bahwa dia menjadi bagian dari milis itulah yang membuatnya berpengetahuan. Orang dapat tukar-menukar informasi dan pengetahuan dalam diskusi, dialog, atau milis.

Jaringan adalah bentuk-bentuk tacit dari hubungan antar manusia. Jaringan sendiri tidak mengandung pengetahuan yang terinci atau sistematis, karena kalau terinci dan sistematis akan tersimpan dalam bentuk dokumen yang baik. Kegiatan-kegiatan ini disebut upaya-upaya untuk mengembangkan tacit yang di-share bersama. Seringkali pengetahuan tersebut terbentuknya diluar diskusi atau milis. Setelah berdiskusi atau tukar informasi melalui milis, masing-masing orang mengambil kesimpulan sendiri ketika dia kembali ke dunianya masing-masing. Ketika dia mengambil pengetahuan menjadi milik pribadi inilah yang disebut proses internalisasi. Jadi dia menjadikannya internal, pengetahuan yang tadinya milik bersama di dalam dikusi milis, menjadi bagian dirinya, menjadi internal. Sedangkan proses ngomong-ngomongnya disebut proses sosialisasi. Ketika orang menulis atau mengeluarkan apa yang diketahuinya, proses ini disebut eksternalisasi. Lalu kalau diskusi atau milis itu menyebabkan orang-orang saling berkontak dan berhubungan lebih jauh satu sama lain, proses ini disebut connecting.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi terjadi dengan sangat cepat. Kondisi kompetisipun menjadi semakin ketat sehingga menyebabkan terjadinya perubahan dari resource-based competitivess menjadi mengandalkan knowledge-based competitivess. Kedua konsep ini sangat bertolak belakang. Dimana konsep pertama bertumpu pada keunggulan sumberdaya alam lokasi dan kondisi geografis. Konsep kedua berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi (IpTek) serta pengembangan sumberdaya manusia perusahaan. Untuk memudahkan pengembangan sumber daya manusia perusahaan diperlukan kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan knowledge  yang dimilki.  Pengelolaan knowledge (knowledge manajement) tersebut pada akhirnya dapat menjadi dukungan yang handal bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing. Pengelolaan pengetahuan pada PT. Reasuransi Nasional Indonesia dilakukan untuk menjaga kontinuitas dan keberhasilan perusahaan. Knowledge yang perlu dikelola ini selain knowledge yang ada dalam perusahaan umumnya seperti kepegawaianan dan keuangan, knowledge tentang reasuransi yang menjadi core business perusahaan.

Pemindahan Tacit Knowledge menjadi Eksplisit Knowledge dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu IT, shadowing dan joint problem solving. Dalam sistem IT, data dan informasi disimpan dalam bentuk teks bebas, tabel, grafik dan gabar. Selanjutnya melalui email, groupware, pesan-pesan  atau bentuk teknologi lainnya. Cara kedua adalah metode shadowing, pemidahan tacit-eksplisit dengan cara staf yang belum berpengalaman mengamati staf yag telah berpengalaman dalam menyelesaikan tugas. Cara yang ketiga adalah joint problem solving, staf yang berpengalaman bekerja sama dengan staf yang berpengalaman.

PT. Reasuransi Nasional Indonesia memilih cara pertama yaitu dengan IT dalam penerapan Knowledge Management yaitu web serves dengan basis MySQL. Penerapan Sharing Knowledge berbasis Web diharapkan dapat menjadi solusi aliran knowledge yang tidak dihalangi oleh batasan waktu dan lokasi geografis. Sharing Knowledge melalui web ini dapat dilaksanakan karena fasilitasnya sudah ada. Hanya kemauan orangnya, person dari lingkaran manajeman sampai staff untuk meluangkan waktu untuk menuangkan knowledge dalam bentuk Web.

Namun tidak semua knowledge boleh dituangkan dalam web karena ada hal yang bisa dikompromikan untuk dibagikan, ada juga yang tidak. Selain itu ada orang yang tidak mau dikritik knowledgenya. Namun sharing knowledge melalui web ini dijaga jangan sampai kowledge yang tersimpan diambil oleh kompetitor.

Dengan pemanfaatan knowledge management, usaha-usaha untuk mengatasi kelemahan yang ada dapat lebih optimal. KM dapat meningkatkan produksi SDM dengan membagi knowledge  yang dibutuhkan karyawan. Meningkatnya pemasaran dengan mengkaji ulang knowledge yang dimilki perusahaan untuk merencanakann strategi yang baru.

Dengan demikian ada beberapa faktor yang menyebabkan  kesuksesan knowledge sharing lelalui web pada PT. Reasuransi Nasional Indondesa, yaitu:

1.   Individu

Dengan adanya web diharapkan karyawan dapat berbagi pengetahuan sehingga terjadinya pertukaran pengetahuan yang mempengaruhi pola pikir karyawan sendiri.

Motivasi karyawan untuk berbagi sudah cukup tinggi dalam batasan antar anggota tim. jika tidak dalam  anggota tim ada beberapa kecenderungan enggan berbagi karana alasan persaingan dan rasa tidak aman. Individual yang bekerja dalam organisasi bergabung menjadi satu kesatuan mencapai tujuan yang sudah ditetapkan organisasi. Sense of team harus ditekankan dalam hal ini karena bukan bentuk kelompoknya yang ditonjolkan melainkan perasaan memiliki sebagai satu kesatuan yang diutamakan.

Untuk mempermudah Sharing Knowledge berbasis web, karyawan diberi pelatihan dalam penggunaan web.

2. Organisasi

Teknologi Informasi yang sudah terdapat pada PT. Reasuransi Nasional Indonesia menjadi fasilitator dalam proses berbagi informasi. Karyawan menjaga fasilitas ini agar tetap bisa berbagi informasi untuk meningkatkan pengetahuan.

Organisasi perlu mendukung pembentukan knowledge sharing sehingga dapat memberikan kesempatan bagi pegawai perusahaan untuk mendapatkan pelatihan datau belajar. Yaitu mempelajari keahlian yang memang dapat mereka gunakan pada saat itu atau yang dibutuhkan dalam peningkatan karir selanjutnya. Agar pelatihan yang diberikan tepat guna, dibutuhkan peta kompetensi (Competency map) untuk membantu staff dalam mengisi kesenjanngan yang ada.

Penerapan knowledge manajemen dengan sharing knowledge berbasis web pada PT. Reasuransi Nasional Indonesia dapat dilaksanakan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Diharapkan dengan sharing knowledge berbasis web akan mampu mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada sehingga kinerja dapat lebih optimal.

V. KESIMPULAN

5.1  Kesimpulan

PT. Reasuransi Nasional Indonesia menggunakan sharing knowledge berbasis web. Hal ini  tampak dari dukungan infrastruktur teknologi informasi yang ada. Budaya sharing knowledge dari pegawai dapat ditingkatkan untuk lebih mensukseskan jalannya sistem KM demi terwujudnya tujuan perusahaan.

Faktor yang mempengaruhi sharing knowledge berbasis web pada PT.Reasuransi Nasional Indonesia adalah:

1.         Individu

Kemauan dan kemampuan pegawai dalam mengelola web. Umumnya mau menuangkan pengetahuan dan imformasi sebatas tim saja. Sedangkan pengetahuan yang penting tidak dituangkan apada web karena beresiko dketahui oleh kompetitor.

2.         Organisasi

Dukungan infrastruktur teknologi serta arahan dan himbauan dari para petinggi perusahaan menjadikan motivator bagi karyawan dalam menggunakan web untuk sharing knowledge.

5.2 Saran

Kendala yang terjadi untuk berbagi pengetahuan berbasis web pada PT. Reasuransi Nasional Indonesia dapat diatasi dengan melakukan hal-hal yang dapat menumbuhkan kepercayaan pegawai akan manfaat sharing knowledge. Misalnya dengan memberikan kesempatan melaksanakan tugas dan mempresentasikannya. Perusahaan dapat memberikan masukan atau solusi yang lebih baik dari perusahaan sehingga mengembangkan budaya berbdai knowledge dalam organisasi.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Antariksa, Yodhia. http://strategimanajemen.net/2008/07/21/3-tips-praktis-membangun-knowledge-management/

 

Gumbira, Said dan Intan, A.Harizt. 2001. Manajemen Agribisnis. Jakarta: Ghalia Indonesia.

 

Indonesia, PT. Reasuransi Nasional. http://www.nasionalre.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=39&Itemid=55

 

Kurniawati, Susanti. http://file.upi.edu/Direktori/L%20-%20FPEB/PRODI.%20EKONOMI%20DAN%20KOPERASI/SUSANTI%20KURNIAWATI/MAKALAH/KNOWLEDGE%20MANAGEMENT.pdf

Mangkuprawira, TB. Syafri, 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Mariana, Ana. http://jurnal.unikom.ac.id/vol7/08-Ana.pdf

Nonaka.I dan H. Takeuchi. 1995. The Knowledge Creating Company. Oxpord University Press.

Pendit, Putu Laxman. http://syaldi.web.id/2008/10/manajemen-pengetahuan-dan-gerakan-sosial/.

Robbins, Stephen P. 1994. Teori Organisasi: Struktur Desain dan Aplikasinya. Jakarta : Arcan.

Suharsaputra, Uhar. http://uharsputra.wordpress.com/artikel/manajemen-pengetahuan/.

Turban, Lee and Chung. 2002. Electonic Commerce, A Managerial Perspective. Iternational Edition. Prentice Hall. United States of America.

Winardi, J. 2003. Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.

Wisnu, Dicky dan Siti Nurhasanah. 2005.Teori Organisasi : Struktur dan Desain. Malang :Universitas Muhammadiyah Malang

Yuliazmi. Penerapan Knowledge Manajemen Pada Perusahaan Reasuransi: Studi Kasus PT. Reasuransi Nasional Indonesia.tesis_yuliazmi http://riyogarta.com/downloads/tesis_yuliazmi.pdf

Posted in Uncategorized | Comments Off on Sharing Knowledge Pada PT. Reasuransi Nasional Indonesia

Perpanjangan usia pensiun penyuluh

Presiden Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2010 tanggal 27 Agustus 2010 tentang Perpanjangan Batas Usia Pensiun Pegawai Negeri Sipil Yang Menduduki Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan dan Penyuluh Kehutanan. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2020 ini menjadi angin segar bagi para penyuluh. Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2010 ini memberikan kejelasan tentang batas usia pensiun (BUP) penyuluh pertanian, penyuluh perikanan dan penyuluh kehutanan.

Dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2010 ini, Penyuluh Pertanian Trampil dengan pangkat III.c yang sebelumnya batas usia pensiunnya hanya sampai usia 56 tahun, dapat diperpanjang sampai dengan usia 60 tahun. Dan Penyuluh Pertanian Ahli yang pangkatnya III b batas usia pensiunya juga dapat diperpanjang sampai dengan usia 60 tahun.

Pasal satu Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2010 secara jelas menyebutkan bahwa :

“Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam jabatan fungsional Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan dan Penyuluh Kehutanan jenjang Madya dan Utama dapat diperpanjang batas usia pensiunya sampai dengan 60 (enam puluh) tahun”.

Selain itu Perpres 55 Tahun 2010 ini juga memberikan ketegasan tenang pemberhentian penyuluh pertanian, penyuluh perikanan dan penyuluh kehutanan. Pada Pasal Empat disebutkan bahwa pemberhentian pegawai negeri sipil yang menduduki jabatan fungsional Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan dan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum berlakunya Peraturan presiden ini dinyatakan tetap berlaku. Ini berarti Penyuluh Pertanian Trampil dengan pangkat III c yang sudah dinyatakan pensiun dan bahkan sampai dikenai denda mengembalikan selisih gaji karena sudah terlewatinya batas usia pensiun sesui dengan peraturan yang lama tidak bisa memakai Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2010 sebagai dasarnya dan tetap mengembalikan selisih gaji yang diterimanya.

Dengan berlakunya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2010 ini maka ketentuan batas usia pensiun (BUP) bagi pegawai negeri sipil yang menduduki jabatn funsional Penyuluh Pertanian sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 1986 tentang Batas Usia Pensiun Pegawai Negeri Sipil yang menjabat Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Penyuluh Pertanian dicabut dan dinyatakn tidak berlaku lagi.

Mudah-mudahan terbitnya Peraturan Presiden Nomo 55 Tahun 2010 ini dapat memberikan kejelasan dan kepastian tentang batas usia pensiun penyuluh pertanian, penyuluh perikanan dan penyuluh kehutanan sehingga penyuluh yang terkena denda untukmengembalikan selisih gajinya karena penerapan peraturan yang lama mengenai batas usia pensiun (BUP) ke depan tidak ada lagi. Dan penyuluh pertanian,penyuluh perikanan dan penyuluh kehutanan dapat bekerja kembali dengan motivasi dan semangat tinggi untuk bersama-sama petani membangun pertanian Indonesia.

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Paradigma baru penyuluhan di era teknologi informatika

Teknologi informasi bergerak begitu cepat, hampir di tiap pojok negeri ini akses internet begitu lebih mudah. Apalagi dengan hadirnya telepon seluler dengan fasilitas internet, masyarakat lebih mudah mengakses internet di mana saja dan kapan saja tidak tergantung kepada tempat (warnet atau area hotspot lainya).

Sejalan dengan pertanian kita juga harus mengikuti trend ini, sekarang ini banyak petani yang sudah bisa mengakses internet bahkan sudah sangat akrab dengan internet. Banyak petani kita yang sudah mencari informasi tentang inovasi teknologi, teknik budidaya ataupun pemasaran dengan browsing di internet. Demikian juga dengan para penyuluh maupun petugas teknis lainya sudah begitu familiar dengan teknologi ini dan banyak menggunakan internet untuk mendukung aktivitas dan tugasnya sehari-hari. Banyak hal-hal baru yang dapat diperoleh dan dikembangkan dengan browsing di internet.

Memperhatikan realitas tersebut sudah selayaknya kegiatan penyuluhan juga dapat mengakomodir hal ini. Dengan perkembangan teknologi informasi seperti sekarang ini amat effektif untuk menyebarkan (diseminasi) teknologi, memperluas jejaring pemasaran maupun mengetahui fluktuasi harga suatu komoditas. Kini saatnya penyuluhan juga memanfaatkan segala kemudahan ini, era cyber extension harus sudah kita bangun dan kita kembangkan semaksimal mungkin.

Cyber extension dapat diartikan sebagai penyuluhan yang dilaksanakan berbasis teknologi informatika. Cyber extension dapat dilakukan dengan berbagai cara, kita bisa memanfaatkannya dengan memakai internet sebagai sarana diskusi ataupun konsultasi dengan para petani baik dengan video conference / teleconference. Bisa juga dengan membuka mailing list sesama penyuluh untuk berdiskusi seputar dunia penyuluhan, dunia pertanian maupun pengembangan agribisnis.

Bisa juga dengan memanfaatkan berbagai situs jejaring sosial baik itu Facebook ataupun Twitter untuk menyebarkan informasi tentang dunia pertanian, wadah berkumpul para penyuluh, para penggiat pertanian ataupun menggalang dukungan serta kepedulian untuk para petani. Anda bisa menemui berbagai komunitas, forum maupun group-group seperti ini di Facebook. Silakan login ke Facebook.

Banyak juga para penyuluh maupun penggiat dunia pertanian yang memanfaatkan blog sebagai media penyuluhan. Sebagai contoh adalah blog Saung Tani ini yang memang dari awal diikhtiarkan sebagai bagian dari pemberdayan masyarakat petani dengan memanfaatkan media internet. Ini merupakan upaya yang tidak ringan, namun tetap harus dilakukan walau mungkin masih belum sempurna. ke depan blog ini membuka kesempatan bagi para penggiat dunia pertanian terutama para penyuluh untuk menularkan ilmunya, pengalamanya, maupun keberhasilan yang dilakukanya untuk disebarkan lewat blog ini.

Bahkan Kementrian Pertanian sendiri punya web e-petani yang menurut saya sudah memenuhi syarat sebagai media penyuluhan berbasis teknologi informatika atau cyber extension. Di e-petani anda bisa menemui berbagai teknologi budidaya, bisa berkonsultasi, diskusi, info pasar dan pasar bahkan sampai pengaduan. Pokoknya lengkap dec.

Silahkan anda tulis dan kirimkan kepada kami, nanti kami muat di Saung Tani. Kami berharap bahwa dengan dimuatnya tulisan Anda termasuk para penyuluh dapat digunakan sebagai sarana belajar dan karya tersebut dapat dipergunakan dalam Penilaian Angka Kredit (PAK). Untung dobel, kan? Namun kami tidak bisa menggganti biaya penulisan Anda karena Saung Tani masih belum komersial dan masih nirlaba, kami hanya menyediakan kenang-kenangan berupa suvenir dan surat keterangan yang dapat anda pergunakan dalam pengajuan kredit poin.

lebih jelasnya silahkan anda liat di menu Kirim Tulisan di atas. Kami tunggu partisipasi Anda.
Salam Petani Indonesia.

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Program Komputer Statistik SPSS

Program Komputer Statistik SPSS

Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka sekarang sudah banyak berkembang software-software statistika yang digunakan untuk membantu pemecahan permasalahan-permasalahan dalam bidang statistika. Dengan adanya berbagai macam software statistik diharapkan dapat mempercepat melakukan analisis statistik yang jumlah datanya banyak dan rumus-rumusnya rumit. Tetapi hal penting yang harus diingat adalah peran dari software tersebut hanyalah sebagai alat bantu sehingga yang paling berperan penting adalah penggunanya. Pengetahuan pengguna mengenai statistika sangat berpengaruh terhadap analisis data yang dilakukan dan berakibat pada hasil pengolahan data.

Dalam memilih dan menggunakan software untuk statistik tidaklah asal pilih. Namun terdapat pertimbangan-petimbangan yang mendasar sebelum memilih dan menggunakan software untuk statistik, diantaranya ialah seberapa mampukah kita dapat berbuat dengan software tersebut.

Program-program aplikasi yang kini sudah banyak berkembang dan digunakan salah satunya SPSS (Statistical Service Product Solution)

Software Statistik SPSS (Statistical Service Product Solution)

a. Analisis Statistik dalam SPSS

Sebelum diberi nama Statistical Service Product Solutions, aplikasi ini bernama Statistical Package for the Social Sciences yang dibuat pada tahun 1968 oleh Norman Nie, seorang mahasiswa lulusan fakultas ilmu politik dari Stanford University.

Program SPSS bekerja dengan membandingkan suatu data kedalam suatu paket hasil analisis. Sehingga dalam pengolahan lebih mudah dalam penggunaan serta analisisnya dalam aplikasi permasalahan riset dan bisnis maupun bidang ilmu yang lain.

b. Keunggulan SPSS

Pada program aplikasi SPSS terdapat banyak fasilitas yang dapat menangani berbagai persoalan statistika, memiliki tampilan user friendly, dan merupakan terobosan baru berkaitan dengan perkembangan teknologi infromasi.

Beberapa keunggulan yang terdapat pada SPSS antara lain :

Ø      SPSS mampu mengakses data dari berbagai macam format data yang tersedia seperti dBase, Lotus, Access, text file, spreadsheet, bahkan mengakses database melalui ODBC (Open Data Base Connectivity) sehingga data yang sudah ada, dalam berbagai macam format, bisa langsung dibaca SPSS untuk dianalisis.

Ø      SPSS memberi tampilan data yang lebih informatif, yaitu menampilkan data sesuai nilainya (menampilkan label data dalam kata-kata) meskipun sebetulnya kita sedang bekerja menggunakan angka-angka (kode data).

Ø SPSS memberikan informasi lebih akurat dengan memperlakukan missing data secara tepat, yaitu dengan memberi kode alasan mengapa terjadi missing data.

Ø      SPSS melakukan analisis yang sama untuk kelompok-kelompok pengamatan yang berbeda secara sekaligus hanya dalam beberapa mouse click saja.

Ø      SPSS mampu merangkum data dalam format tabel multidimensi (crosstabs), yaitu beberapa field ditabulasikan secara bersamaan.

Ø      Tabel multidimensi SPSS sifatnya interaktif. Kolom tabel bisa dirubah menjadi baris tabel dan sebaliknya. Semua nilai dalam sel-sel tabel akan disesuaikan secara otomatis.

c. Operasi Dasar Program SPSS

Untuk memulai program SPSS, maka kita dapat membuka melalui shortcut yang terdapat pada tampilan desktop layar monitor atau bisa juga melalui tombol start dan kemudian memilih program SPSS.

Dalam SPSS, sebelum menginput data, definisikan terlebih dahulu data (variabel) yang akan diinput. Setiap baris dalam tampilan pada SPSS digunakan untuk mendefinisikan satu variabel (data) yang akan diinput. Bila file data yang akan dianalisis belum ada maka kita dapat mengetikan file data pada lembar SPSS Data Editor.

Sesudah data dimasukkan, langkah selanjutnya adalah mengarahkan SPSS untuk membuat analisis tertentu yang diperlukan. Untuk dapat menentukan analisis apa yang tepat digunakan maka pengguna harus mengetahui jenis data yang akan diolah Setelah data dimasukkan dan dianalisis maka akan tampil jendela baru yang akan memaparkan hasil analisis. Hasil analisis tersebut bisa dicetak atau diedit atau disimpan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Selamat mencoba

Posted in Uncategorized | 2 Comments